Pemprov Jabar Kunjungi Kampung Benda

Kunjungan Pemprov Jabar dan UPI Bandung ke Kelurahan Argasunya

Kunjungan Pemprov Jabar dan UPI Bandung ke Kelurahan Argasunya

Kel.Argasunya (10/04) – Kelurahan Argasunya mendapat kunjungan dari Kepala Biro Sosial Budaya Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Perwakilan Universitas Pendidikan Indonesia, Perwakilan Dinas Sosial PPPA Kota Cirebon pada tanggal 9 April 2019. Kunjungan tersebut didampingi langsung oleh Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos.

Maksud dan tujuan dari kunjungan ini adalah ingin mendengar masukan dari Tokoh Agama setempat terkait program pengembangan wisata budaya dan pemberdayaan masyarakat. Tokoh Agama yang dituju adalah Kiai Miftah, yang beralamat di RT. 01 RW. 11 Benda Kerep Kelurahan Argasunya.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Miftah menyampaikan ucapan terima kasih atas kedatangan tim dari provinsi dan menyampikan salam untuk Bapak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Selain itu, beliau juga menyampaikan sejarah singkat Kampung Benda Kerep dan leluhur-leluhur Benda Kerep.

Beliau juga menyampaikan kepada tim perihal kegiatan-kegiatan yang ada di Benda Kerep, seperti Acara Syawalan, Muludan dan Haul. Kegiatan-kegiatan tersebut juga selalu menjadi magnet yang menarik banyak pengunjung. Kendala dari berbagai kegiatan tersebut adalah ketersediaan lahan partkir yang belum memadai. Selama ini pinggiran jalan dimanfaatkan menjadi lahan parkir. Sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa.

Melihat kendala tersebut, Kiai Miftah mengusulkan pembuatan dan penataan lahan parkir di sekitar Wilayah RW. 07 Sumurwuni, sehingga pengunjung atau tamu yang datang ke Benda Kerep dapat parkir dengan nyaman. Kemacetan yang ditimbulkan dari ketidak-tersediaan lahan parkir pun bisa teratasi.

 

PPS Argasunya Lakukan Pelantikan dan Bimbingan Teknis Kepada KPPS

Pelantikan dan Bimbingan Teknis KPPS se-Kelurahan Argasunya

Pelantikan dan Bimbingan Teknis KPPS se-Kelurahan Argasunya

Kel.Argasunya (08/04) – Pemungutan dan perhitungan suara tinggal menghitung hari, tepatnya Hari Rabu Tanggal 17 April 2019, Warga Kota Cirebon akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyan Provinsi Jawa Barat, Dewan Perwakilan Rakyat Dearah Kota Cirebon. Mengingat hal tersebut, KPU Kota Cirebon melalui PPS se-Kota Cirebon melakukan Pelantikan dan Bimbingan Teknis kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Kelurahan Argasunya dengan luas wilayah 675 Ha memiliki 14.629 hak pilih dan terbagi di 60 TPS. Pada Hari Rabu Tanggal 3 April 2019 dan Hari Minggu Tanggal 7 April 2019, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Argasunya melakukan Pelantikan dan Bimbingan Teknis Pemungutan dan Perhitungan Suara. Pelaksanaan kegiatan ini terjadwal sehari 2 session, pagi dan sore. Mengingat peraturan KPU yang mengharuskan bimtek berbasis kelas.

Di hari pertama, Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.sos memberikan sambutan. Beliau berpesan KPPS agar memaksimalkan waktu yang tersisa untuk belajar memahami teknis pemungutan dan perhitungan suara di tingkat TPS. “Mari bersama ciptakan Pemilu 2019 aman, damai dan tentram. Bapak dan Ibu-ibu KPPS ini adalah pahlawan demokrasi. Terima kasih sudah bersedia menjadi KPPS.” Ujar Lurah Argasunya.

Aiptu Ahmad Hulaemi selaku Bhabinkamtibmas Kelurahan Argasunya berpesan agar KPPS lebih berhati-hati dalam melaksanakan pemungutan dan perhitungan suara pada hari H. Apabila butuh bantuan pihak kepolisian, Ketua KPPS dapat menghubungi polisi yang berjaga di sekitar TPS. Pihak Kepolisian tidak dapat memasuki TPS, kecuali diminta oleh Ketua KPPS.

Dari perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Harjamukti, Muhamad Soleh Abdurachman yang juga merupakan Kordinator Wilayah (Korwil) PPS Argasunya menyampaikan bahwa KPPS harus netral. “KPPS tetap memiliki hak pilih, dan silahkan gunakan dengan bijak. Namun jika KPPS mengajak seseorang untuk memilih salah satu calon atau menjelekkan salah satu calon, berarti KPPS tidak netral. Mohon jaga netralitas penyelenggara Pemilu.” Tandas Muhamad Soleh Abdurachman pada sambutan pembukaan acara bimtek tersebut.

Selanjutnya, Ketua PPS Argasunya, Iman Nuryana mengangkat sumpah Ketua KPPS. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Mohamad Firdaus Saputra, Anggota PPS Argasunya divisi Data dan Informasi serta Susanto, Anggota PPS Argasunya divisi Logistik.

 

Ketua PPS Argasunya memberikan materi bimtek

Ketua PPS Argasunya memberikan materi bimtek

Inisiasi Pembentukan WPA Kelurahan Argasunya

Inisiasi Pembentukan WPA Kelurahan Argasunya

Inisiasi Pembentukan WPA Kelurahan Argasunya

Kel.Argasunya (04/04) – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Cirebon mengadakan acara Inisiasi Pembentukan Warga Peduli AIDS (WPA) di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh Lurah Argasunya.

Dalam pembukaannya, Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos menyampaikan terima kasih kepada KPA Kota Cirebon. “Terima kasih kami ucapkan kepada Komisi Penanggulangan AIDS Kota Cirebon, semoga dengan terbentuknya Warga Peduli AIDS Kelurahan Argasunya dapat mengurangi perilaku-perilaku warga masyarakat yang menyimpang, sehingga penanggulangan AIDS dapat tercapai.” Ujar Lurah Argasunya.

Selanjutnya, penyampaian dari Ketua KPA Kota Cirebon, Sri Maryati. “Tidak ada satu pun agama yang membolehkan hubungan sex sebelum menikah”. Kalimat pertama yang disampaikan oleh Sri Maryati setelah kalimat pembuka. Walaupun penularan HIV AIDS tidak hanya melalui hubungan sex, namun sebagian besar penularannya melalui hal tersebut, apalagi dilakukan secara menyimpang.

Pembahasan berlanjut ke NAPZA, karena penyalahgunaan NAPZA disinyalir menjadi gerbang kedua terbesar penyebaran HIV AIDS setelah perilaku sex menyimpang. Maraknya penyalahgunaan NAPZA ini, bahkan ketika peserta ditanya oleh Sri Maryati perihal adakah wilayah mana yang masih bersih dari penyalahgunaan NAPZA, tidak ada satupun peserta yang menjwab.

Mengerikan sekali dampak yang ditimbulkan dari Virus HIV jika tidak diobati. Obat yang tersedia untuk penderita HIV AIDS seharga Rp. 900.000,- per bulan. Namun yang perlu diingat, obat ini tidak untuk membunuh virus HIV, melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga Virus HIV tidak dapat aktif. “HIV tidak identik dengan AIDS dan AIDS tidak identik dengan kematian” tanda Sri Maryati.

Dari hasil kegiatan ini, terpilih Suparto, SE warga RW. 05 Kedungkrisik Utara sebagai Ketua Warga Peduli AIDS (WPA) Kelurahan Argasunya Kota Cirebon. Untuk selanjutnya, Ketua menunjuk Sekretaris, Bendahara, Kordinator Humas dan Advokasi, Kordinator Pelayanan Kesehatan, Kordinator Promosi dan KIE. Yang kemudian akan dituangkan dalam Surat Keputusan Lurah Argasunya.

Lurah Argasunya dan Ketua KPA Cirebon memberikan materi

Lurah Argasunya dan Ketua KPA Cirebon memberikan materi

Peserta Kegiatan Inisiasi Pembentuka WPA Kelurahan Argasunya

Peserta Kegiatan Inisiasi Pembentuka WPA Kelurahan Argasunya

 

Lurah Argasunya Ikuti Studi Banding ke 3 Kampung Wisata di Jawa Timur

Studi Banding Kampung Wisata

Studi Banding Kampung Wisata

Kel.Argasunya (01/04) – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon mengadakan Studi Banding ke Kampung Ngadisari, Kampung Jodipan dan Kampung Polowijen. Studi banding ini dilakukan karena di Cirebon akan dikembangkan konsep Kampung Wisata di 3 (tiga) RW, yaitu RW. 10 Kanoman Utara Kelurahan Pekalipan, RW. 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan, dan  RW.11 Benda Kerep Kelurahan Argasunya.

Studi banding ke 3 kampung wisata dilakukan pada tanggal 27 sampai 29 Maret 2019. Peserta yang mewakili dari Kelurahan Argasunya adalah Lurah Argasunya (H. Dudung Abdul Barry, S.Sos), Ketua RW. 11 Benda Kerep (Bedi), Perwakilan Kader RW. 11 Benda Kerep (Iis Agung Uswatun Hasanah), Perwakilan Tokoh Masyarakat RW. 11 Benda Kerep (M. Markhum), Perwakilan Tokoh Pemuda RW. 11 Benda Kerep (M. Rokhmat), Perwakilan LPM Argasunya (M. Agung Riswanto), Perwakilan Karang Taruna (M. Soleh Abdurachman, S.Kom).

Hari pertama, yaitu pada hari Rabu (27/03), peserta studi banding diajak melihat keunikan Desa Budaya Ngadisari Probolinggo, disana terdapat rumah adat yang halamannya digunakan untuk budidaya bunga edelweis. Pembudidayaan bunga edelweis ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, ketika ditemui di rumah adat, pemangku adat memberi keterangan bahwa bunga edelweis ini biasa digunakan oleh masyarakat setempat untuk melakukan ritual yang sebagian besar masyarakatnya menganut Agama Hindu sedangkan keberadaan bunga edelweis semakin berkurang setiap tahunnya dan bunga ini termasuk yang dilindungi. Keunikan lainnya adalah makanan yang disajikan untuk para tamu. Makanan-makanan ini tidak biasa kita jumpai di daerah lain, salah satunya adalah nasi tengger yang bisa dinikmati dengan cara memanggangnya terlebih dahulu, dan masih banyak makanan unik lainnya.

Point yang dapat diambil dari kunjungan ke Desa Ngadisari adalah (1) dengan menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal, kita dapat menarik pengunjung untuk berwisata ke kampung wisata, (2) keunikan atau kekhasan makanan dapat menjadi nilai plus, (3) keadaan alam yang sejuk dan pemandangan yang indah pun dimiliki oleh Desa Ngadisari.

Hari kedua, yaitu pada hari Kamis (28/03), peserta mengunjungi Kampung Tridi dan Kampung Warna-warni Jodipan di Malang. Disini, pengunjug dibuat takjub oleh penataan lingkungan yang apik. Kampung yang dihias sedemikian rupa, diberi warna-warna yang indah dan kebersihan yang terjaga. Ide awal dari pembentukan kampung tridi dan kampung warna-warni adalah ketika ada KKN dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan muncul ide untuk membuat kampung wisata. Bermodalkan proposal yang diajukan kepada pihak swasta, maka terbentuklah kampung wisata jodian.

Point yang dapat diambil di hari kedua ini adalah penataan lingkungan yang tepat dan dekorasi yang indah, akan menghasilkan pemandangan yang menakjubkan. Namun ini akan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dibutuhkan juga pergerakan sosial bersama dari warga yang ada di dalam kampung tersebut untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan apa yang sudah dibuat.

Hari ketiga, hari Jum’at (29/03), kami mengunjungi Kampung Budaya Polowijen. Kedatangan kami disambut oleh keramah-tamahan masyarakat polowijen dalam acara sarasehan dengan tema mengungkap kesamaan panji malang dengan panji cirebon. Beberapa tarian topengpun ditampikan masyarakat Polowijen. Terasa kental sekali budaya disana.

Seperti Kampung Ngadisari, Kampung Polowijen memiliki kelebihan dari segi budaya. Hanya saja di Polowijen lebih mengarah ke seni, seperti tari topeng (panji), seni musik tradisional dan pembuatan topeng.

Dari hasil studi banding ini, diharapkan dapat menjadi inspirasi dan dikembangkan di wilayah  Kota Cirebon.

Verifikasi dan Validasi Data BPNT di RW. 04 Surapandan

Verifikasi dan Validasi data BPNT oleh TKSK Kecamatan Harjamukti

Verifikasi dan Validasi data BPNT oleh TKSK Kecamatan Harjamukti

Kel.Argasunya (26/03) – Sebagai tindak lanjut dari pertemuan pada Hari Kamis (14/03/2019) yang diadakan di Kelurahan Argasunya, mengenai verifikasi dan validasi data PKH dan BPNT (baca berita selengkapnya, klik disini), Kepengurusan RW. 04 Surapandan melakukan pertemuan dengan kader-kader RW. 04 Surapandan.

Kegiatan ini dilakukan pada Hari Sabtu (23/03/2019) bertempat di Adita Steam, RT. 06 RW. 04 Surapandan. Dihadiri oleh Lurah Argasunya, TKSK Kecamatan Harjamukti, Ketua RW. 04 , ketua RT Surapadan dan Kader-kader RW. 04 Surapandan.

Ketua RW. 04 Surapandan, Sunaryo menyampaikan, data yang akan dimasukkan sebagai pengganti KPM BPNT harus mengutamakan keluarga miskin. Yang nantinya data tersebut diverifikasi dan divalidasi oleh TKSK Kecamatan Harjamukti.

“Semoga dari kegiatan ini didapat BDT untuk KPM BPNT yang tepat sasaran” ungkap Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos.

Lurah Argasunya menhadiri kegiatan verifikasi dan validasi BDT BPNT di RW. 04 Surapandan

Lurah Argasunya menhadiri kegiatan verifikasi dan validasi BDT BPNT di RW. 04 Surapandan

Ketua RW. 04 Surapandan, Sunaryo mengharap BPNT bisa lebih tepat sasaran

Ketua RW. 04 Surapandan, Sunaryo mengharap BPNT bisa lebih tepat sasaran

 

Sosialisasi Verifikasi dan Validasi Data PKH dan BPNT Kelurahan Argasunya

Sosialisasi Verifikasi dan Validasi PKM PKH dan BPNT Kelurahan Argasunya

Sosialisasi Verifikasi dan Validasi PKM PKH dan BPNT Kelurahan Argasunya

Kel.Argasunya (25/03) – Program Keluarga Harapan atau yang biasa disebut PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) adalah dua program dari Kementerian Sosial yang menjadi program nasional. Data yang digunakan harus valid. Oleh karena itu, Pendamping PKH akan melakukan verifikasi dan validasi data penerima manfaat PKH. Sedangkan untuk BPNT sendiri akan dilakukan verifikasi dan validasi oleh TKSK atau Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.

Pada hari Kamis (14/03/2019), telah dilakukan sosialisasi tentang verifikasi dan validasi data penerima manfaat PKH dan BPNT. Acara ini dihadiri oleh Lurah Argasunya, Tim Pendamping PKH Kelurahan Argasunya, TKSK Kecamatan Harjamukti, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Ketua RW se-Kelurahan Argasunya dan Tokoh Masyarakat Kelurahan Argasunya. Bertempat di Kantor Kelurahan Argasunya.

Dijelaskan oleh Tomy Chustanto, S.Sos, MM, Kepala Seksi Sosial saat ditemui DSPPPA Kota Cirebon, bahwa sebenernya setiap waktu dilakukan verifikasi dan validasi basis data terpadu (BDT) oleh pendamping yang tujuanya untuk membersihkan BDT dari keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah meningkat sosial ekonominya. Dengan begitu akan terjadi kekosongan kuota, sehingga bisa diganti dengan warga miskin yang belum terdaftar untuk BPNT. Sedangkan tidak untuk PKH.

Untuk penggantian kuota KPM PKH akan dilakukan melalui Musyawarah Kelurahan atau biasa disebut Muskel yang akan difasilitasi oleh Kelurahan pada awal April mendatang. Dan hasil Muskel tersebut akan diusulkan ke DSPPPA Kota Cirebon untuk diteruskan usulannya ke Kementerian Sosial melalui Aplikasi SIKSNG.

“Harapan kami, dengan adanya kegiatan verifikasi dan validasi ini, data PKM menjadi lebih valid lagi, sehingga bantuan menjadi lebih tepat sasaran. Dan kami titip kepada seluruh Ketua RW di Kelurahan Argasunya untuk dapat membantu dan memfasilitasi kegiatan ini” ungkap Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos

Verifikasi dan Validasi BDT dilakukan sampai akhir Maret 2019

Verifikasi dan Validasi BDT dilakukan sampai akhir Maret 2019

Pendamping PKH Kelurahan Argasunya

Pendamping PKH Kelurahan Argasunya

 

Bhakti Komunitas Peduli Sampah Plastik Bersama Calon Rara Kota Cirebon

Bhakti Komunitas Peduli Sampah Plastik Bersama Calon Rara Kota Cirebon

Bhakti Komunitas Peduli Sampah Plastik Bersama Calon Rara Kota Cirebon

Kel.Argasunya (25/03) – Sampah plastik adalah jenis sampah yang tidak mudah diurai oleh alam, bahkan ada yang tidak bisa diurai. Memperhatikan hal tersebut, Komunitas Peduli Sampah Plastik dan Calon Rara Kota Cirebon melakukan bhakti di Kantor Kelurahan Argasunya dan RW. 05 Kedungkrisik Utara pada hari Sabtu (23/03/2019).

Acara yang dimulai pada pukul 09.00 WIB ini bermula di Kantor Kelurahan Argasunya. Mereka membantu membersihkan halaman Kantor Kelurahan Argasunya. Selepas itu mereka bersama Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos menuju RW. 05 Kedungkrisik Utara.

Kedatangan rombongan disambut oleh Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara dan jajarannya serta komunitas Barakuda Kedungkrisik Utara. “Kami menyambut baik kedatangan Calon Rara kota Cirebon dan Komunitas Peduli Plastik ini, dan kami berterima kasih atas kunjungan dan aktifitasnya di wilayah kami, semoga warga kami tergerak untuk peduli juga terhadap sampah terutamanya sampah plastik.” ungkap Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara, Ade Wijaya.

Selanjutnya, Calon Rara Kota Cirebon memberikan pengetahuan tentang apa itu sampah plastik, dan apa bahayanya. Bertempat di Baperkam RW. 05 Kedungkrisik Utara dan dihadiri oleh Lurah Argasunya, Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara beserta jajarannya dan Komunitas Barakuda RW. 05 Kedungkrisik utara.

“Kami berterima kasih kepada Komunitas Peduli Sampah Plastik dan Calon Rara Kota Cirebon yang sudah mengunjungi Kelurahan Argasunya sebagai lokasi kegiatan, dan memberikan ilmunya tentang sampah plastik, semoga warga kami termotivasi dan mengerti apa itu sampah plastik dan apa bahayanya serta sampah plastik juga bisa dimanfaatkan kembali.” Ungkap Lurah Argasunya, H. Dudung Abdul Barry, S.Sos.

 

Lurah Argasunya, Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara, Komunitas Peduli Sampah Plastik dan Komunitas Barakuda

Lurah Argasunya, Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara, Komunitas Peduli Sampah Plastik dan Komunitas Barakuda

Komintas Peduli Sampah Plastik dan Komunitas Barakuda bersemangat

Komintas Peduli Sampah Plastik dan Komunitas Barakuda bersemangat

Calon Rara memberikan sosialisasi

Calon Rara memberikan sosialisasi

 

TP-PKK Kelurahan Argasunya Berbagi

TP-PKK Argasunya Berbagi

TP-PKK Argasunya Berbagi

Kel.Argasunya (22/03) – Satu dari 10 Program PKK adalah penghayatan dan pengamalan Pancasila. Pancasila  adalah  landasan  ideologi  negara  Indonesia,  dan  terdiri  dari  5 prinsip yang tidak terpisahkan, meliputi : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pancasila digali dari nilai budaya Indonesia, yang mencakup kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghargai dan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, lebih mementingkan kepentingan nasional dari pada kepentingan diri sendiri atau keluarga. Mengembangkan rasa kebersamaan, taat pada peraturan dan hukum yang berlaku, berbudi pekerti luhur serta berwatak mulia.

Dari penghayatan tersebut kemudian diamalkan oleh TP-PKK Kelurahan Argasunya, salah satu kegiatan dari pengamalan tersebut adalah berbagi dengan sesama. Pada hari Jum’at (15/03/2019) TP-PKK Kelurahan Argasunya memberikan bingkisian dan santunan untuk anak yatim piatu. Kegiatan yang dilakukan sesaat setelah kegiatan rutin Jum’at Sehat Senam Bersama Kader Argasunya ini mendapat perhatian para donatur, dan akan diagendakan secara rutin di setiap bulannya.

Anak yatim penerima santunan di Argasunya

Anak yatim penerima santunan di Argasunya

Lurah Argasunya berfoto dengan PKK dan penerima santunan

Lurah Argasunya berfoto dengan PKK dan penerima santunan

Simbolis pemberian santunan

Simbolis pemberian santunan

Peringati HUT Ke-73, Persit Kartika Chandra Kirana Gelar Bhakti Sosial dan Pasar Murah di Kedungkrisik Utara

HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73

HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73

Kel.Argasunya (17/03) – Persatuan istri TNI Angkatan Darat atau yang biasa disebut dengan Persit Kartika Chandra Kirana pada hari Sabtu (16/03/2019) menggelar kegiatan bhakti sosial dan pemberian bantuan di RW. 05 Kedungkrisik Utara Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon dalam rangka peringatan HUT Persit Kartika Chandra Kirana ke-73. Acara yang dimulai pada pukul 09.15 waktu setempat.

Acara ini dihadiri oleh Dandim 0614 , Kapolsek Seltim, Koramil 0614 Harjamukti, Ketua Persit Kartika Candra Kirana 0614 dan jajarannya, Camat Harjamukti, Lurah Argasunya, Ketua RW. 05 Kedungkrisik Utara, Pimpinan Yayasan Kandang Juang, Perwakilan dari Yayasan Ponpes Hidayatullah Aqshol Madinah Surapandan, Tokoh Masyarakat dan warga RW. 05 Kedungkrisik Utara penerima bantuan.

Disambut dengan hujan rintik-rintik, acara ini berjalan dengan baik. Diawali dengan sambutan dari Camat Harjamukti, Drs. Agus Suherman, SH, MH. Beliau mengucapkan selamat memperingati HUT yang ke-73 untuk Persatuan Istri TNI Kartika Chandra Kirana “Selamat untuk Persit Kartika Chanda Kirana yang sudah menempuh 73 tahun perjalanan. Semoga semakin sukses dan terus melakukan kegiatan sosial” tandas Drs. Agus Suherman, SH, MH.

Selanjutnya sambutan dari Dandim 0614, beliau menyampaikan selamat dan berharap kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan karena ini merupakan bukti TNI dekat dan peduli kepada masyarakat, disamping itu juga beliau memberi arahan untuk menjaga kondusifitas menjelang Pemilu juga untuk menjaga bersama-sama NKRI.

Sebelum pemberian bantuan dilaksanakan didahului dengan pelepasan balon oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kiranan. Bantuan diberikan  kepada Pondok Pesantren Hidayatullah Aqshol Madinah Surapandan dan Yayasan Kandang Juang. Yayasan yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan ini di Pimpin oleh Ustadz Ujang Jakaria dan sekarang sudah memiliki lebih dari 140 orang peserta didik yang semuanya adalah fakir miskin dan yatim piatu.

Acara dilanjutkan dengan menggelar pembagian sembako  bagi warga sekitar, yang tidak mampu, sekitar 140 bingkisan .

    

Mahasiswa STIKes Cirebon Lakukan Penyuluhan Bahaya Merokok

Mahasiswa STIKes Cirebon memberikan penyuluhan tentang bahaya meroko

Mahasiswa STIKes Cirebon memberikan penyuluhan tentang bahaya meroko

 

Kel.Argasunya (07/03) – Kegiatan PKMD STIKes Cirebon berlanjut, setelah hari kamis (28/02/2019) melakukan kegiatan MMRW, pada hari Jum’at (01/03/2019) Mahasiswa STIKes Cirebon melakukan penyuluhan tentang bahaya meroko di dalam rumah. Kegiatan penyuluhan ini adalah salah satu bentuk solusi dari permasalahan utama yang ditemukan di lingkungan RW. 03 Kedung Mendeng Kelurahan Argasunya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Argasunya, Ketua RW. 03 Kedung Mendeng, Kader-kader RW. 03 Kedung Mendeng, ketua RT serta tokoh masyarakat RW. 03 Kedung Mendeng. Dimulai pada pukul 20.00 WIB, bertempat di Baperkam RW. 03 Kedung Mendeng Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.

Lurah Argasunya memberikan sambutan

Lurah Argasunya memberikan sambutan

Dalam sambutan, Lurah Argasunya berpesan kepada seluruh peserta yang hadir agar kembali menggiatkan PHBS, terutama perilaku merokok di dalam rumah, minimal untuk dirinya sendiri terlebih dahulu, yang kemudian bisa dikembangkan untuk diterapkan di lingkungan keluarga, dan terus berkembang sehingga tercipta lingkungan RW dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

Materi yang disampaikan Mahasiswa STIKes Cirebon mengenai bahaya merokok dirasa tepat, sehubungan tingginya jumlah perokok aktif yang ada di RW. 03 Kedung Mendeng khususnya dan Kelurahan Argasunya pada umumnya.

Peserta penyuluhan mendengarkan penjelasan dari Mahasiswa STIKes Cirebon dengan seksama

Peserta penyuluhan mendengarkan penjelasan dari Mahasiswa STIKes Cirebon dengan seksama