Sosialisasi Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Kalijaga Permai Kelurahan Kalijaga

 sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

Sosialisasi Kesehatan Jiwa di PKM Kalijaga Permai

Kec.Harjamukti  (01/12) – Renstra Kemenkes 2010-2014 menjelaskan bahwa visi pembangunan kesehatan Indonesia antara lain menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan yang berkualitas, meningkatkan surveyor, monitoring dan informasi kesehatan serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat, Kesehatan jiwa merupakan salah satu arah dari visi kesehatan tersebut.

Sabtu ( 1/12-2018) Puskesmas Kalijaga Permai mengadakan sosialisasi Kesehatan jiwa dengan sasaran kader-kader PKK, RW dan masyarakat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Camat Harjamukti Drs.Agus Suherman SH.MH, Lurah Kalijaga yang diwakili oleh Kasi  Pemberdayaan Masyarakat Ida Farida,SE.

Kepala Puskesmas Kalijaga Permai Bastijan SKM  dalam sambutannya “Penanganan kesehatan jiwa di Indonesia merupakan salah satu masalah yang sering mengalami banyak kendala, yang menjadi kendala utama yakni stigma di masyarakat terhadap ODGJ. Menurutnya, para ODGJ masih kerap mendapatkan diskriminasi dan perlakuan yang tidak manusiawi, bahkan oleh keluarga mereka.  Dengan sosialisasi ini  diharapkan Orang dengan gangguan jiwa harus diperlakukan sama seperti semua orang. Stigma ini yang sedang kita coba kikis agar tidak terjadi di masyarakat,” ujarnya

Camat Harjamukti Drs.Agus Suherman SH.MH dalam sambutannya mengatakan “ Masalah kesehatan jiwa terutama gangguan jiwa,  secara tidak langsung dapat menurunkan produktifitas, apalagi jika  orang tersebut terkena  gangguan jiwa dimulai pada usia produktif. Untuk mengantisipasihal tersebut, maka perlu pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif, holistic, dan paripurna. Kegiatan dapat dilakukan dengan menggerakkan dan memberdayakan seluruh potensi yang ada di masyarakat, baik warga masyarakat sendiri, tokoh masyarakat, dan profesi kesehatan.

Puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat  harus memiliki  tenaga yang handal agar promosi, prevensi, kurasi, dan rehabilitasi terhadap masyarakat yang menderita sakit, beresiko sakit, maupun masyarakat yang sehat dapat dilakukan secara menyeluruh, termasuk didalamnya adalah pelayanan kesehatan jiwa” ujarnya.

Camat Harjamukti memberikan sambutan dalam sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

Camat Harjamukti memberikan sambutan dalam sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

 sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

sosialisasi Kesehatan jiwa di PKM Kalijaga Permai

Penilaian RW Layak Anak Di RW 04 Surapandan Kel.Argasunya

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

Kec.Harjamukti (29/11) – Penilaian Lomba RW Layak Anak tingkat Kecamatan Harjamukti, masih berlanjut hari Kamis  ( 29/11-18 ) Tim Penilai mengunjungi RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya. Hadir pada acara ini  Sekretaris Lurah Kelurahan Argasunya Siti Ghofiroh , Bidan Puskesmas Sitopeng Bidan Nita serta kader-kader  RW 04 Surapandan  .

Ketua RW 04 Surapandan  Sunaryo,  dalam sambutannya” Secara pribadi maupun sebagai Aparat  sangat apresiasi sekali atas terselenggaranya acara ini , saya mengucapkan terimakasih kepada kader-kader yang telah bersama-sama membenahi administrasi dan sarana untuk mensukseskan acara ini , dengan adanya Tim penilai kami berharap adanya pembinaan langsung karena masih banyak kekurangan-kekurangan, kedepan akan kami usahakan menjadi lebih baik sehingga RW kami layak untuk anak-anak” ujarnya

Ketua Tim penilai Kasi pemberdayaan masyarakat Siti Hodijah menyampaikan

“ tujuan  mengadakan Lomba RW Layak Anak 2018 bukan hanya untuk lomba tetapi merupakan pembinaan kepada RW-RW dalam membentuk RW yang layak bagi anak-anak , Pemerintah Kecamatan Harjamukti Mentargetkan tahun 2019 ada penambahan RW layak anak  menjadi 7 RW, selama ini hanya 2 yaitu RW 10 Gumelar Asih Kelurahan  Kecapi dan RW 06 P.Grenjeng Kelurahan Harjamukti “jelasnya

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

 

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

 

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.  

Penilaian lomba RW Layak Anak di RW 04 Surapandan  Kelurahan Argasunya.

Penilaian RW Layak Anak di RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur Kelurahan Kalijaga

Penilaian Lomba RW layak anak Di Rw 12 Kalijaga permai Timur Kel.Kalijaga

Penilaian Lomba RW layak anak Di Rw 12 Kalijaga permai Timur Kel.Kalijaga

Kec.Harjamukti (28/11) – Komitmen Kecamatan Layak Anak (KLA) terus ditingkatkan Pemerintah Kecamatan Harjamukti. Salah satunya dengan menggelar Lomba RW Layak Anak tingkat Kecamatan Harjamukti, Rabu ( 28/11-18 ) Tim Penilai mengunjungi RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur Kelurahan Kalijaga.

Hadir pada acara ini  ketua LPM Kel.Kalijaga Ujang Hergiana S.Pd, Kepala Puskesmas Kalijaga Permai Bastijan SKM, RW Se kel.Kalijaga.

Ketua RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur H.Ahmad Mulyadi Bsc dalam sambutannya” Komitmen untuk menjaga anak yang paling dasar ada di tingkat RT-RW. Sebab, butuh dukungan masyarakat dan dunia usaha  dalam penerapan RW Layak Anak,   Sebagai  RW cara mendukungnya dengan memfasilitasi sarana dan prasarananya. Misalnya taman bermain dan posyandu, PAUD , BKB , dari dunia usaha kami mendapatkan dukungan pemilik  olah raga futsal  yaitu dengan membebaskan biaya bermain untuk anak-anak RW 12 seminggu 2 x” ujarnya

Lurah Kalijaga yang diwakili oleh sekretarisnya Sufi Pelangi Jiwa. SE dalam sambutannya mengatakan “ bahwa RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur sudah dibentuk forum anak dan berbagai kegiatan dilakukan diantaranya melestarikan permainan tradisioanl seperti enggrang, bakiak, gundu dsb, bahkan RW  ini sdh menjalin kerjasama dengan komunitas peduli sungai yaitu dengan pelatihan tari dan komunitas gemar sedekah yang kegiatannya memberikan nasi bungkus kepada kaum duafa,  anak-anak disini menyisihkan sebagian uang jajannya untuk bersedekah” jelasnya

Ketua Tim penilai Kasi pemberdayaan masyarakat Siti Hodijah menyampaikan

“ pemerintah memiliki target dan tahapan yang harus dikejar demi meraih terwujudkan Kecamatan layak Anak . Untuk itu, lanjutnya, dengan mengadakan Lomba RW Layak Anak 2018 dapat menjadi stimulus bagi pemangku kebijakan di tingkat kecamatan hingga RT-RW untuk menciptakan lingkungan yang ramah anak.

“Pemerintah bukan mempercepat, namun memang ada target yang harus dikejar. Jika layak, harus didukung, jika belum layak harus didorong. Semua sesuai dengan target pemerintah pusat agar di tahun 2024 seluruh kabupaten/kota menjadi layak anak,” jelasnya.

 

Penilaian RW Layak Anak

Penilaian RW Layak Anak

Penilaian RW Layak Anak di RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur

Penilaian RW Layak Anak di RW 12 Bumi Kalijaga Permai Timur

 

  

  

  

    

 

Pokja I TP PKK Kelurahan Kecapi Sosialisasikan Pola Asuh Anak berbasis Cinta Kasih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW o6 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW o6 Kelud Asih

Kec.Harjamukti ( 27/11) – Anak adalah harapan orang tua harapan masa depan keluarga bahkan bangsa, oleh sebab itu perlu dipersiapkan agar kelak menjadi manusia yang berkualitas, sehat, bermoral dan berguna bagi dirinya, keluarga, agama dan bangsanya. Anak seharusnya perlu dipersiapkan sejak dini agar mereka mendapatkan pola asuh yang benar saat mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pola asuh yang baik menjadikan anak berkepribadian kuat, tak mudah putus asa, dan bertanggung jawab menghadapi hidup yang penuh dengan warna warni atau romantika hidup.

Orang Tua selalu menginginkan kehidupan anaknya menjadi anak yang sempurna tanpa mau memahami bahwa sebagai orang tua harus merubah diri sendiri terlebih dahulu sebelum anak itu lahir. Senin ( 26/11-18 ) Pokja I TP PKK Kelurahan Kecapi membuat jadwal sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW o6 Kelud Asih dan Selasa ( 27/11-18 ) di RW 02 Larangan Utara.

Ketua Pokja I Hj,Sri Yatun dalam sambutannya  “ Sekarang ini terdapat berbagai dampak pada masyarakat, baik yang positif maupun yang negatif. Dampak positif globalisasi adalah perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga mempermudah seseorang untuk memperoleh berbagai informasi yang tidak terbatas. Informasi dapat berupa hiburan, pengetahuan dan teknologi, yang diperoleh dan berbagai cara seperti : TV, Video, Film-Film, Internet dan sebagainya. Kemudahan informasi memang memuaskan rasa ingin tahu kita serta dapat mengubah nilai dan pola hidup seseorang, termasuk sikap orang tua terhadap anaknya dan pola asuh yang diterapkan dalam mendidik anak dan remaja.

Sedangkan dampak negatif yang ditakuti adalah gaya hidup yang sangat menonjolkan sifat individualistis dan bebas. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak timbulnya masalah psikososial pada remaja seperti penyalah gunaan narkotika dan obat terlarang, perilaku seks bebas dan menyimpang, kriminalitas anak, perkelahian massal (tawuran), sehingga banyak mengakibatkan kegagalan pendidikan, atau kegagalan di bidang lain. Dampak negatif era globalisasi ini lebih cepat diadopsi oleh anak- anak sehingga mereka sangat rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi tersebut,  dengan permainan  simulasi pola asuh anak ini kitas dilatih untuk menghadapi  semua informasi dan pengaruh itu agar tidak berdampak buruk,  Sebagai orang tua tentu berharap mereka dapat menyaring informasi apa yang berguna yang patut dicontoh dan apa yang dapat merugikan yang harus dijauhinya. Kepandaian anak dan remaja dalam menyiasati hal tersebut tentu tidak lepas dan peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan pendidikan yang tepat bagi anak- anaknya dan orang orang yang ada di sekelilingnya” ujarnya.

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW o6 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW o6 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 06 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 06 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 06 Kelud Asih

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 06 Kelud Asih

 

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara.

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara.

 

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara.

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara.

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara

 

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara

sosialisasi simulasi Pola asuh Anak berbasis Cinta Kasih di RW 02 Larangan Utara

Implementasikan Program Kecamatan Layak Anak, Kec.Harjamukti Gelar Lomba RW Layak Anak

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Kec.Harjamukti ( 27/11) – RW  Ramah Anak adalah pembangunan yang berbasis dari RW, yang menyatukan komitmen dan sumberdaya lokal, masyarakat dan dunia usaha yang berada di lingkungan setempat, dalam rangka menghormati, menjamin, dan memenuhi hak anak, melindungi anak dari tindak kekerasan, eksploitasi, pelecehan dan diskriminasi, dan mendengar pendapat anak, yang direncanakan secara sadar, menyeluruh dan berkelanjutan.

Sebagai upaya mewujudkan Kecamatan Harjamukti  menjadi Kecamatan Layak Anak, Pemerintah Kecamatan Harjamukti  lakukan penilaian implementasi program RW Layak Anak  di Lima (5) Kelurahan  yang ada dengan menggelar kegiatan Lomba RW  Layak Anak yang diselenggarakan sejak tanggal 27 November  sampai dengan 3 Desember  2018 mendatang.

Penilaian dimulai hari Selasa ( 27 /11-2018) dengan lokasi di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti, dalam penyambutan Tim Penilai diterima oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kel.Harjamukti Asep Wahyudin SE, Ketua RW13 Kalitanjung Barat Kaelani serta kader-kader PKK, Asep dalam sambutannya  menyampaikan “dalam rangka   penilaian RW Layak anak tersebut semua kader terlibat menyiapkan  data yang akurat dan tertata,  Dikatakannya Kelurahan Harjamukti  saat ini baru ada 2 RW ramah anak dari 13 RW yang ada di Kelurahan Harjamukti  tentunya ini sangat kurang sekali. Asep menambahkan predikat RW Layak Anak ini sangat tergantung pada partisipasi masyarakat disamping media dan pelaku-pelaku usaha, saya berharap RW 13 Kalitanjung barat ini bisa meraih Juara I sehingga dapat menjadi contoh bagi RW-RW lain.

Ketua Tim penilai,  Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Harjamukti Siti Hodijah mengatakan “ tujuan dari lomba ini adalah, untuk mengetahui sejauh mana peran dari kelembagaan gugus tugas di wilayah RW  dalam mengimplementasikan program Kecamatan  Layak anak serta untuk memotivasi pengembangan program Kecamatan Layak Anak.

“Selain itu, melalui lomba ini, juga bertujuan untuk melihat sejauh mana pemenuhan hak anak di wilayah RW , sehingga nantinya dengan lomba ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bilamana masih terdapat RW yang belum seluruhnya mengimplementasikan indikator  pemenuhan hak anak,”terangnya. Dengan diadakannya lomba seperti ini, lanjut Siti Hodijah, pihaknya berharap implementasi Kecamatan  Layak Anak dapat berjalan maksimal diseluruh  wilayah Kecamatan Harjamukti  dan kedepannya dapat melakukan intervensi ke setiap Kelurahan  untuk memasukkan kegiatan-kegiatan yang merangkul anak anak serta melakukan pembangunan yang berbasis hak anak” ujarnya

Tim juri yang terdiri dari Ketua TP PKK Kecamatan Harjamukti Tri Mardijani, Sekretaris Angky Wulandari dan Ketua Pokja IV Entin Hartini.

Indikator penilaian meliputi 5 Klaster hak anak:

  1. Klaster Hak Sipil dan Kebebasan,
  2. Klaster Lingkungan dan Pengasuhan Alternatif,
  3. Klaster Kesehatan Dasar Dan Kesejahteraan,
  4. Klaster Pendidikan dan Pemanfaatan Waktu Luang,
  5. Klaster Perlindungan Khusus.
Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

Penilaian Lomba RW Layak Anak Di RW 13 Kalitanjung Barat Kelurahan Harjamukti

 

 

Menabung Sampah Dapat Logam Mulia, di Bank Sampah RW 17 Ciremai Giri Kelurahan Kecapi

kader PKK RW 17 Ciremai Giri , mendengarkan penjelasan dari Pegadaian

kader PKK RW 17 Ciremai Giri , mendengarkan penjelasan dari Pegadaian

Kec.Harjamukti ( 27/11) – Selain membuat kotor, sampah juga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Sampah plastik, logam, kertas, dan kaca merupakan sampah anorganik yang tidak bisa hancur bertahun-tahun di dalam tanah.

Di RW 17 Ciremai Giri Kelurahan Kecapi Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon  sampah justru ditabung atau dikumpulkan oleh warga sehingga bisa mendatangkan rupiah. Hal itu yang dilakukan oleh Kader-kader PKK . Mereka mendirikan sebuah Bank Sampah yang menampung berbagai jenis sampah dari seluruh Masyarakat RW.

Ketua RW 17 Ciremai Giri, Dedi Mashudi  mengatakan “ beberapa jenis sampah yang bisa di tabung antara lain plastik, logam, kertas, dan kaca yang termasuk dalam golongan sampah anorganik. Sedangkan untuk sampah organik tidak ditabung melainkan diolah menjadi pupuk kompos.yang dipergunakan untuk tanaman toga diantaranya kunyit dan jahe yang saat ini sedang di budidayakan oleh kader untuk keperluan industri rumahan membuat jamu kunyit asam dan minuman jahe” jelasnya.

Menurut Kader PKK , Ny,Susi “ Sistem tabungan yang dijalankan pada bank sampah ini, warga tinggal mengumpulkan  berbagai jenis sampah yang telah ditentukan. Ada jadwal piket kader  yang mengumpulkan, menimbang dan menaksir sampah-sampah yang dikumpulkan  itu, Sebelum ditabung, sampah milik nasabah ditimbang dan akan dihargai sesuai dengan jenisnya.,” lanjut Susi

“ Setelah dirupiahkan, maka nilai nominal tersebut akan dicatat pada buku tabungan nasabah. bentuk kerja sama dengan PEGADAIAN yaitu  Uang yang terkumpul akan  di  belikan logam mulia. Serta kerja sama dengan BPJS uang tabungan sampah dapat untuk membayar iuran, Kegiatan ini dapat perhatian dari OJK yang memberikan bantuan alat2 operasional bank sampah.”

“ Selaian itu  Keuntungan yang bisa didapat warga ketika menjadi nasabah bank sampah tersebut antara lain bisa mendapatkan uang serta lingkungan bersih dan sehat. Barang-barang bekas yang telah ditabung akan dipilah oleh pihak bank sampah. Semua barang  karena selain dijual kembali, sampah-sampah itu akan dibuat menjadi berbagai barang kerajinan tangan sebagian kami olah menjadi barang kerajinan tangan seperti tas, dompet, bunga dan lain-lain,” imbuhnya.

OJK memberikan bantuan sarana bank sampah

OJK memberikan bantuan sarana bank sampah

 

pemilahan sampah

pemilahan sampah

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

 

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

 

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

hasil Kerajianan dari bahan limbah plastik

 

Kelurahan Argasunya Menggelar Lomba Dasawisma guna Membina Kerukunan Warga

Foto Bersama Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Foto Bersama Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

 

Kec.Harjamukti ( 23/11 )  – Dasawisma adalah suatu kelompok yg terdiri dari  10-20 KK di dalam 1RT. Setelah terbentuk kelompok, maka diangkatlah 1 orang yang bertanggung jawab sebagai Ketua, Ketua DAWIS yang ditunjuk ini sebaiknya dapat bertindak sebagai motivator dan komunikator untuk menyerap segala aspirasi dari masyarakat di lingkungannya, agar semua data dan permasalahan yg ada dimasyarakatnya dapat segera terkumpul dan dapat dicarikan segera solusinya.

Adapun TUJUAN untuk PEMBENTUKAN DAWIS ini antara lain :

  1. Membina kerukunan warga
  2. Mempererat persatuan dan kesatuan
  3. Membiasakan diri untuk saling peduli satu  sama lain
  4. Merubah pola pikir warga dari pasif menjadi aktif
  5. Memberdayakan masyarakt untuk mendukung semua program Pemerintah

Dalam rangka meningkatkan kinerja kelompok PKK RW Kelurahan Argasunya melaksanakan Pembinaan dan Lomba Daswisma antar RW se Kelurahan pada hari Jumat ( 23/11-2018 ) bertempat di Aula Kelurahan Argasunya.

Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kecamatan Harjamukti Tri Mardijani dan Wakil nya Siti Hodijah, Ketua TP PKK Kelurahan Argasunya beserta anggota, Ketua Kelompok PKK RW dari RW 1 sampai RW 11 dan kader-kader dasawisma

Lurah Argasunya Dudung A.Barry S.Sos dalam sambutannya mengatakan “ tujuan diadakannya lomba dasawisma ini adalah untuk melihat apakah semua dasawisma se Kelurahan Argasunya administrasinya sudah disesuaikan dengan hasil Rakernas Ke VIII tahun 2015 saya berharap peserta dapat memanfaatkannya sebagai pembinaan dan dapat  dijadikan bekal serta pedoman dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan diwilayahnya” ujarnya

Juri Lomba Dasawisma Ketua TP PKK Kecamatan Harjamukti Tri Mardijani dan wakilnya Siti Hodijah.

Tri Mardijani dalam sambutannya “ bahwa dasawisma merupakan ujung tombak terdepan PKK karena bertugas mendata warga yang sudah melaksanakan kegiatan 10 Program Pokok PKK dan menjadi Data Sasaran Program kerja yang akan dilaksanakan ditahun mendatang oleh karena itu semua RW harus sudah 100 % dalam pendataan.” Ujarnya

Setelah selesai penilaian hasil dari lomba langsung diumumkan dengan hasil :

Juara I  Lomba Administrasi Dasawisma RW 06 Kedung Krisik Selatan

Juara II Lomba Administrasi Dasawisma RW 03 Kedung Mendeng

Juara III Lomba Administrasi Dasawsima RW 07 Sumur Wuni

Juara Harapan I Lomba Administrasi Dasawisma RW 01 Argapura

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Kegiatan Lomba Dasawisma Kelurahan Argasunya

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Penyerahan hadiah Lomba Dasawisma

Sumber : http://tp-pkk.cirebonkota.go.id

 

RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan Bentuk Posyandu Remaja

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Kec. Harjamukti – Beberapa fakta yang menunjukkan bahwa saat ini remaja membutuhkan perhatian khusus untuk menghadapi berbagai tantangan adalah data hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) yang menunjukkan bahwa 28% remaja perempuan dan 24% remaja laki-laki meminum minuman beralkohol pada usia sebelum 15 tahun. Sekitar 2,8% remaja 15-19 tahun terlibat penyalahgunaan NAPZA, dan 0,7% perempuan dan 4,5% laki-laki umur 15- 19 tahun melakukan hubungan seks pranikah. Permasalahan-permasalahan yang terdapat diatas disebabkan juga pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi yang belum memadai. Melihat besaran berbagai permasalahan sebagaimana diuraikan diatas, maka sudah seharusnya pembinaan kesehatan remaja dijadikan sebagai bagian dari program prioritas pemerintah.

Sabtu  ( 17 /11-18 ) RW 08  Merbabu Asih Kelurahan Larangan  melaksanakan kegiatan   Posyandu remaja pada penimbangan perdana ini dihadiri oleh ketua RW 08 Merbabu Asih H.Agus Supriono, Ketua Pokja Posyandu Kelurahan Larangan Dadang Tjarli S,Sos, petugas Kesehatan Puskesmas Perumnas Utara dan TP PKK Kelurahan Larangan

Dadang Tjarli dalam sambutannya mengatakan “Kegiatan ini diawali dengan pembentukan kader pada Agustus lalu. Adapun sasaran utama Posyandu ini adalah remaja usia 10-18 tahun.
Kegiatan Posyandu remaja merupakan salah satu kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat (remaja) kegiatan dilakukan untuk memantau kesehatan remaja dengan melibatkan remaja itu sendiri. Tak hanya itu, posyandu remaja juga merupakan tempat untuk pemberian informasi kesehatan maupun informasi penting lainnya kepada remaja secara rutin setiap bulannya.

Tujuan pelaksanaan kegiatan Posyandu remaja adalah

  1. Melibatkan remaja dalam upaya intervensi terkait permasalahan remaja
  2. Memantau kesehatan remaja secara berkala
  3. Mengedukasi remaja untuk hidup sehat
  4. Menurunkan angka pernikahan dini
  5. Membekali remaja untuk mempersiapkan masa depannya dengan menjadi Generasi Berencana yang kreatif dan berwawasan luas.

Kerjasama lintas program dan lintas sector adalah kunci utama dalam kesinambungan posyandu remaja , kuatkan kerjasama yang terintegrasi antara pemegang program PIK/R,Gizi,KIA,Promkes, Kesling , pokja Posyandu Kelurahan dan masyarakat RW 08 Merbabu asih “ ujarnya .

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Posyandu remaja RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan

Prestasi Kecamatan Harjamukti Pada Peringatan Hari Kesehatan Nasional Tingkat Kota Cirebon

peringatan HKN Tingkat Kota Cirebon

peringatan HKN Tingkat Kota Cirebon

Kec. Harjamukti ( 15/11) – Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November, baik ditingkat pusat maupun Daerah. Tema Hari Kesehatan Nasional tahun 2018 yaitu “Aku Cinta Sehat”, sedangkan subtema HKN 2018 adalah,“Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”. Peringatan HKN Tingkat Kota Cirebon dilaksanakan pasa hari Senin ( 12 November 2018 ) bertempat di halaman RS Gunung Jati.

Pj Wali Kota Cirebon DR. H. Dedi Taufik, Msi dalam sambutannya mengatakan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 Tahun 2018 merupakan momentum untuk mengubah gaya hidup sehat mulai dari diri sendiri.

“Peringatan ini sekaligus momentum untuk menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS,” ungkapnya

“Dengan adanya rangkaian kegiatan ini diharapkan semua sektor akan semakin sadar akan pentingnya pembangunan kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan HKN diperingati tanggal 12 November setiap tahunnya. Pada tahun 2018 ini, dengan  tema Aku Cinta Sehat dengan Sub tema Ayo Hidup Sehat Mulai Dari Kita.

Menurut dia, tema ini sejalan dengan Program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga, mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat guna meningkatkan kualitas hidup.

Pada peringatan HKN ini Kecamatan Harjamukti  mendapatkan beberapa kejuaraan diantaranya

  1. Juara I lomba perkantoran tersehat diraih oleh kantor Kecamatan Harjamukti
  2. Juara II lomba posbindu diraih oleh posbindu Adelia RW 15 Kelurahan Kalijaga
  3. Juara II lomba senam vitalisasi otak diraih PKM Kalitanjung
  4. Juara II Penilaian CERDIK PTM katagori laki-laki diraih oleh PKM Larangan
  5. Juara II penilaian hasil Brain Booster diraih PKM Larangan
  6. Juara III Penilaian CERDIK PTM katagori wanita diraih PKM Larangan
  7. Juara III lomba Kelurahan Sehat yang diraih oleh Kelurahan Kecapi
  8. Juara III lomba senam vitalisasi otak diraih PKM Larangan
  9. Juara III sarana ruang laktasi diraih oleh PKM Kalitanjung
  10. Juara harapan I lomba senam vitalisasi otak diraih PKM Perumnas Utara
  11. Juara harapan II Penilaian CERDIK PTM katagori laki-laki diraih oleh PKM Kalitanjung
  12. Juara Harapan II lomba kampung Siaga Aktif di raih oleh RW 17 Ciremai Giri Kelurahan Kecapi
    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat
    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

    Lurah Kecapi Menerima hadiah lomba Kelurahan sehat

Lomba Posyandu Tingkat Jabar, Posyandu Nusa indah RW 12 Kel.Larangan Wakili Kota Cirebon

Foto Bersama

Foto Bersama

Kec.Harjamukti ( 16/11) – Posyandu Nusa Indah dari RW 12 Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, terpilih mewakili Kota Cirebon untuk mengikuti seleksi administrasi Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat 2018, Jumat ( 16/11/18) Bertempat di gedung BKPP Cirebon.

Tim Penilai terdiri dari Julianto mewakili  DPMPD, Euis Sutrisno mewakili TP PKK dan Yayuk dari Dinas Kesehatan Provinsi Jabar,

Hadir pada kesempatan tersebut Kadis DSPPPA Jamaludin S.Sos  selaku ketua  Pokjanal Posyandu Kota Cirebon, Camat Harjamukti Drs.Agus Suherman SH.MH beserta Pokjanal Posyandu Kecamatan Harjamukti, Pokja Posyandu Kelurahan Larangan dengan Ketuanya Dadang Tjarli S,Sos. para Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan lembaga terkait, serta para Kader Posyandu dan para tamu undangan lainnya

Julianto dalam sambutannya menyampaikan “ lomba Posyandu tahun 2018 ini pelaksanaannya sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini yang pertama dilaksanakan adalah seleksi administrasi akan mencari 4 posyandu yang kemudian  di re-checking oleh tim penilai untuk menentukan peringkat Juara, tetapi tujuan nya tetap sama untuk memberikan reward pada posyandu yang berprestasi diharapkannya, dengan dilaksanakannya penilaian terhadap Posyandu di Kota Cirebon ini, dapat memotivasi para Kader Posyandu di Kota Cirebon  khususnya dalam meningkatkan peran, tugas dan fungsinya, supaya seluruh Posyandu yang ada di Kota Cirebon bisa lebih baik lagi, terutama dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada warga masyarakat di sekitar Posyandunya masing-masing, sesuai dengan yang diharapankan oleh semua pihak, bukan hanya untuk menjadi juara semata” jelasnya

 

Ketua Pokjanal Posyandu Kota Cirebon, Jamaludin S.Sos Dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada Tim Penilai Lomba Posyandu Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018, atas dipilihnya BKPP Cirebon sebagai tempat untuk seleksi administrasi  sehingga Tim Pokjanal Kota,Kecamatan , Pokja Kelurahan dan Posyandu  bisa hadir dengan full team.

Dalam menentukan Posyandu Nusa Indah Rw 12 Karya bhakti Kelurahan Larangan sebagai wakil Kota Cirebon , melalui seleksi dari tingkat Kecamatan dan Kota merupakan pemenang lomba Posyandu dikarenakan banyak inovasi-inovasi yang dilaksanakan oleh posyandu,  dan posyandu Nusa Indah siap menjadi wakil dari Provinsi Jawa Barat maju ketingkat Nasional, untuk berprestasi seperti saudaranya Posyandu Mawar RW 15 Karang Mukti yang menjadi juara II pada tahun 2014” ujarnya.

Ketua Posyandu  Nusa Indah,  Nurhayati dalam paparannya menyampaikan banyak inovasi yang sudah dilakukan oleh Posyandu Nusa indah diantaranya :

  1. Domandu ( donasi mangga  untuk posyandu )  pohon mangga yang ada di halaman rumah warga  sebagai tanaman peneduh apabila berbuah, buahnya dijual uang hasil penjualan diserahkan ke posyandu
  2. Sankesmas (Sanseviera untuk kesehatan masyarakat ) bunga  Sanseviera atau lidah mertua yang di simpan di setiap rumah. Semua masyarakat di anjurkan menanam tanaman ini karena pada siang hari, tanaman ini berfotosintesis seperti tanaman lainnya. Karena melakukan fotosintesis, maka terdapat oksigen yang keluar dari tanaman ini, pada malam hari, daun Sanseviera menyerap karbondioksida (CO2).
  3. Kaflexba ( Kader Reflexi bayi ) merupakan program yang melayani pijat bayi sekaligus memberikan pelatihan kepada orang tua bayi untuk memijat bayinya sendiri, agar bayi selalu sehat, nyaman.
  4. Gebadang ( gendong bayi pakai selendang ) program membiasakan ibu atau pengasuh bayi dengan memakai sewet atau selendang terutama dikawasan RW 12 karena manfaatnya Banyak sekali.
  5. Wasardu ( grup WA sasaran Posyandu ) untuk mempermudah komunikasi dengan orang tua balita dalam pemberitahuan pelaksanaan posyandu , memberikan penyuluhan berupa artikel-artikel kesehatan balita di buat grup WA dengan admin kader posyandu
  6. Pojok Laktasi ini adalah ruang atau tempat khusus pemberian ASI untuk bayi. Ada di dalam kamar, disini ibu-ibu bisa bertanya apa saja, terutama bagaimana cara menyusui yang sehat.
  7. Paneli ( Paguyuban Nenek peduli ) bertugas memberikan  pengetahuan dan ketrampilan serta pengalamanya untuk ditularkan kepada ibu balita agar orang tua dapat menyampaikan pesan-pesan dan memberi contoh pentingnya posyandu bagi masyarakat
  8. Petranak ( permainan tradisional untuk anak-anak ) Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin canggih dan modern sekarang ini, berbagai permainan modern untuk anak-anak kini muncul yang didukung dengan teknologi tinggi baik bersifat online maupun offline yang mudah didapatkan dimana-mana. Maka tak heran jika anak-anak sekarang tidak mengenal beragam permainan tradisional.
  9. Misbase ( misting balita sehat ) penyajian PMT balita yang sehat higienis dan mengurangai sampah seteroform.
  10. Kawasan LBS dan PHBS RW 12 merupakan kawasan Lingkungan Bersih dan Sehat telah meraih predikat juara III lomba LBS tingkat Provinsi
  11. Gertak sambal ( gerakan serentak sambangi balita ) apabila ada balita yang 2 kali penimbangan tidak hadir maka aparat terutama ketua RW dan Ketua RT serta kader posyandu mendatangi rumah balita sasaran
  12. Kadarpro ( kader sadar program ) semua kader sadar program kesehatan oleh karena itu ada pembagian tugas dalam memonitoring kegiatan
  13. Tasardu ( Tanda Sasaran Posyandu ) untuk mengetahui keberadaan Sasaran Posyandu penempelan stiker biru bagi anak laki-laki dan pink untuk yang perempuan.
  14. Kopedu ( koperasi peduli Posyandu ) program Yang sumber dananya dari penyisihan SHU peserta koperasi sebesar  1 %  (Neraca Rp Juta  s.d Oktober  tahun 2018)
  15. Warga peduli HIV /AIDS ( WAPA )  ini adalah komunitas anak muda yg  dibentuk serempak se Kecamatan untuk mensosialisasikan bahaya HIV /AIDS   pada masyarakat dan orang tua sasaran Posyandu
  16. HALAL BI HALAL Sudah berjalan 25 tahun: selepas Sholat Idul Fitri seluruh warga berkumpul di Baperkam (Muslim & Non Muslim) Silaturahmi dan Do’a bersama.” Paparnya.