TNI dan Polri Memberikan Pelatihan Kepada Linmas Harjamukti

Kel.Harjamukti (10/10) – Keamanan dan ketertiban dalam suatu wilayah adalah hal yang wajib demi terciptanya kenyamanan lingkungan bermasyarakat. Atas dasar tersebut kelurahan Harjamukti mengadakan pelatihan anggota Linmas. Kegiatan tersebut dilakukan pada tanggal 10 Oktober 2018. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada anggota Linmas yang telah membantu menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan keluharan Harjamukti.

    Pembukaan pelatihan linmas oleh Lurah Harjamukti

Maksud acara ini adalah untuk menambah wawasan dan kerterampilan anggota linmas yang ada di kelurahan Harjamukti. Dengan tujuan agar mereka dapat menerapkan di lingkungan masing-masing RW, sehingga tercipta lingkungan yang lebih kondusif. Acara ini dibuka oleh Lurah Harjamukti Didi Supriadi, S.Sos. “Kami berharap dengan pelatihan ini, linmas di wilayah Harjamukti menjadi lebih terdidik dalam hal sikap maupun pengetahuan mengenai hukum serta penggunaan alat-alat keamanan” ujar Lurah Harjamukti.

Instruktur dalam kegiatan ini adalah Hadi dari Babinsa sebagai perwakilan dari Koramil Seltim dan Iriana Iskandar perwakilan Polsek Seltim.

Pelatihan baris berberbaris

Dalam kegiatan ini, peserta diajarkan dasar baris berbaris dengan instruktur dari Koramil. Selain itu peserta juga diberi wawasan dasar tentang hukum pidana tentang hal-hal apa saja yang dapat dilakukan oleh Linmas dalam menjaga ketertiban di wilayah masing masing dengan narasumber Iriana Iskandar dari Polsek Seltim, kemudian untuk kegiatan terakhir para peserta diajarkan cara menggunakan alat komunikasi radio dan di berikan masing masing satu buah handy talky untuk berkomunikasi antar anggota Linmas se-Kelurahan Harjamukti. Kedepan nya dengan diberikannya alat komunikasi tersebut para anggota LINMAS dapat memantau keadaan wilayah harjamukti umum nya dan memberikan informasi kejadian kejadian yang terjadi di wilayah masing-masing untuk diinfokan keseluruh anggota linmas se-Kelurahan Harjamukti, seperti memantau debit air kali suba untuk wilayah yang dilalui kali suba ataupun daerah yang rawan banjir saat musim hujan nanti.

Bank Sampah Syariah RW 08 Merbabu Asih

Bank Sampah Syariah, Mengurangi Sampah Kota Ala Rw 08 Merbabu Asih

Bank Sampah Merbabu Asih

Buku Tabungan Bank Sampah Secerah Pagi RW 08 Merbabu Asih

KEC. HARJAMUKTI (29/07/2018)-Bank sampah merupakan konsep pengelolaan sampah secara komersil namun selaras dengan lingkungan, obsesi menciptakan bank sampah disetiap RW nampaknya bukan sesuatu yang sulit. Agus Supriyono selaku ketua RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan telah membuktikannya.

Dari pengelolaan sampah melalu bank sampah syariah, salah satunya dengan dijadikan kerajinan berupa tas, pernak-pernik, mainan dll, sampah berupa plastic bisa dijual lagi dengan dijadikan bijih plastic terlebih dahulu.

Pada awalnya bank sampah ini bernama Bank Sampah Secerah Pagi (BSSC), Pada 2014 jumlah nasabah BSSC telah mencapai angka 106 nasabah. Limbah padat hasil rumah tangga yang dikumpulkan kemudian dipilah sesuai jenis sebelum dijadikan kerajinan limbah atau dijual kembali ke pengepul sampah. Sampah organik dijadikan kompos dan dibagikan kepada warga secara cuma-cuma untuk menanam aneka tetumbuhan. Disamping mendatangkan berkah secara ekonomi, kegiatan ini terbukti memaksimalkan pengurangan jumlah sampah rumah tangga. Hingga Juli 2016 saja, sebanyak 12,60 m3 sampah telah terjual ke pengepul.

“Kami berhasil mereduksi sampah 15 kibik perbulan, jadi kalau ada 248 RW itu ka nada 300 kubik lebih sampah. Kalau satu truknya 4 kubik maka seharusnya 900 truk sampah hengkang dari kota Cirebon ” Ujar Agus.

Kegiatan bank sampah yang sukses ini bukan tanpa kendala, menurut Agus nasabah bank sampah belum diikuti oleh seluruh warga RW 08 Merbabu Asih, ia berharap kedepannya seluruh warga menjadi nasabah, dia terus mensosialisasikan hingga mengadakan pelatihan untuk warga.

Pengetahuan mengenai bank sampah ia peroleh dari prinsip islam yang melarang melakukan kerusakan dimuka bumi , maka ia berharap program ini bisa ditiru oleh wilayah RW lain dikota Cirebon.

Lokasi Bank Sampah Syariah RW 08 Merbabu Asih

Lokasi Bank Sampah Syariah RW 08 Merbabu Asih

 

Kegiatan Jemput Sampah Nasabah oleh Petugas Bank Sampah Syariah RW 08 Merbabu Asih

 

Buku Tabungan Bank Sampah Syariah Secerah Pagi

 

Seorang Nasabah Bank Sampah Syariah Sedang Melakukan Transaksi

Seorang Nasabah Bank Sampah Syariah Sedang Melakukan Transaksi

KSM Secerah Pagi Dari Swadaya Hingga Berdaya

Kegiatan KSM Secerah Pagi di Pendopo RW 08 Merbabu Asih

 Tahun 2008. Chaidir Sudrajat (60) resah. Tempat tinggalnya di RW 08 Merbabu Asih, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, senantiasa menebar bau busuk yang mencokok hidung. Ini dikarenakan rumah Chaidir hanya berjarak sekira 100 meter saja dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah warga sekitar Perumnas, Kota Cirebon. Tentu saja, kumuh, kotor, bau, adalah tiga kombinasi yang menjadi pemandangan Chaidir setiap harinya. Selama bertahun-tahun Chaidir harus rela hidup berdampingan dengan gundukan sampah yang menebar aroma tak sedap hingga radius 500 meter.

Chaidir pun memutar otak. Ia tak ingin selamanya hidup dalam kutukan kubangan sampah. Tetapi ia juga tak mau hanya merutuki kegelapan itu tanpa mau melakukan perubahan nyata secuilpun. Berangkat dari keresahan itu, bersama istrinya Dedeh Kurnia Illahi (48) dan sesepuh kampung Agus Salim (65), Chaidir mengajak masyarakat Merbabu Asih untuk bersama mengatasi problematika lingkungan yang selama ini melilit mereka. Pelan tapi pasti, gayungpun bersambut. Masyarakat Merbabu menyambut baik ide Chaidir dan Agus.

Tepat pada Mei tahun 2010 warga Merbabu melahirkan janin perkumpulan peduli lingkungan. Janin itu diberi nama Semoga Cepat Rapih Pekarangan Asri Gemerlap Indah atau lazim disingkat Secerah Pagi. Nama ini tentu bukan sekedar nama layaknya sabda William Shakespeare: apalah arti sebuah nama. Melainkan lebih dari itu: sebuah upaya, doa, dan cita-cita. Warga yang tergabung dalam Secerah Pagi bersepakat untuk menciptakan sebuah tempat tinggal yang disamping sehat dan sejuk, juga indah. ~sumber: khoirulanwar.net

Itulah cerita awal dibentuknya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Secerah Pagi yang sampai hari ini tetap konsisten menjaga lingkungan di RW 08 Merbabu Asih Kelurahan Larangan Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Hari ini KSM Secerah Pagi sudah bertransformasi menjadi sebuah kelompok yang lebih berdaya dan inovatif, Bank Sampah mereka meraup omset diatas ratusan juta dan berhasil mereduksi sampah sekitar 15 kubik perbulan, pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih produktif, pengelolaan limbah menjadi kerajinan, fabrikasi kompos, penerapan sanitasi demplot untuk tanaman, penggunaan air yang sudah digunakan untuk penyiraman tanaman, penerapan biopori antisipasi banjir, dan masih banyak lagi inovasi KSM Secarah Pagi dari RW 08 Merbabu Asih.

Kian sohornya Secerah Pagi juga membuat komunitas ini kenyang mengunyah penghargaan. Misalnya, nominasi Lomba PKK aspek Lingkungan Bersih dan Sehat Tingkat Provinsi Jawa Barat (2010), Juara 1 Lomba Penilaian Sinergitas dalam Pencapaian Target Indeks Pembangunan Manusia Tingkat Jawa Barat (2010), penghargaan dari Walikota Cirebon di bidang Tatanan Permukiman Sarana dan Prasarana Sehat (2013), penghargaan sebagai pendukung Kota Sehat Pemerintah Kota Cirebon (2013), penghargaan sebagai Inspirasi Pemuda dalam Upaya Penyelamatan Lingkungan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) daerah (2014), Adiupaya Puritama tingkat Nasional (2014), dan penghargaan Program Kampung Iklim (ProKlim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (2014).

Kerja keras memang tidak akan mengkhianati hasil, dari tingkat nasional hingga internasional penghargaan silih berganti diraih oleh mereka RW 08 Merbabi Asih juga sudah menjadi destinasi kunjungan bagi yang hendak belajar pengelolaan lingkungan, sudah dari berbagai instansi atau perorangan datang ke RW 08 Merbabu Asih , bahkan dari luar negeri pun banyak yang belajar lingkungan kesini, tak jarang pula dijadikan tempat penelitian oleh perguruan tinggi atau pun sekolah.Bersambung….

KSM Secerah Pagi

Agus Supriyono Menerima Penghargaan Proklim 2014

KSM Secerah Pagi

Bank Sampah yang dikelola oleh KSM Secerah Pagi

Kunjungan BPN Kota Cirebon menindak lanjuti tentang program PTSL

Argasunya,Kasubsie di Badan Pertanahan Nasional Kota Cirebon H.Ahmad F  beserta sejumlah personil dan jajarannya mengunjugi Kasie Pemerintahan Kelurahan Argasunya, Senin (22 /01/2018).

Kegiatan tersebut dilakukan oleh Kepala bidang BPN Selain untuk silaturahmi , juga menayakan kesiapan kelurahan Argasunya mengenai program PTSL (PENDAFTRAN TANAH SISTEMATIK LENGKAP).

Lanjutkan Membaca

Pendampingan Aplikasi Sedulur di Kelurahan Larangan

KELURAHAN LARANGAN, 27 Desember 2017

Kelurahan Larangan dikunjungi oleh tim pengembang aplikasi SEDULUR dalam rangka rangkaian pelatihan dan pendampingan aplikasi SEDULUR yang sebelumnya telah melaksanakan BIMTEK dikecamatan Harjamukti selama 2 hari pada 13 – 14 Desember 2017.

Pendampingan ini direncanakan berlangsung selama 8 s.d 10 kali pertemuan selama sebulan kedepan, diharapkan tahun 2018 sudah bisa diimplementasikan dalam pelayanan dikelurahan. “Menurut saya aplikasi SEDULUR sangat memudahkan pelayanan, pelayanan menjadi cepat dan efisien” tutur Adrian (29) yang merupakan Admin pelayanan Keluarahan Larangan.

SEDULUR merupakan aplikasi penunjang pelayanan berbasis web yang merupakan bagian program Smartcity Kota Cirebon. (Adrian)

Silaturahmi Kapolres Cirebon Kota Dengan Lurah Larangan Kota Cirebon

Larangan, (Cirebon)

Kapolres Cirebon Kota AKBP Adi Vivid AB, S.Ik,, M.Hum, M.S.M didampingi Waka Polres Kompol Jarot Sungkowo, SH, S.Ik, beserta Pejabat Utama Polres Cirebon Kota melakukan Silaturahmi Kamtibmas ke Kelurahan Larangan Kota Cirebon, Senin 06/11.

Kehadiran Kapolres Cirebon Kota bersama rombongan disambut baik oleh Lurah Larangan bersama perangkat Kelurahan Larangan dan Ibu-Ibu PKK yang digelar di aula Kelurahan Larangan Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota menjelaskan bahwa maksud dan tujuannya melakukan silaturahmi ini adalah dalam rangka menjalin sinergitas dengan aparat pemerintahan dan yang kedua adalah belanja akan masalah akan apa yang terjadi di wilayah Kelurahan Larangan dari segi keamanan dan ketertiban sampai ke permasalahan sosial lainnya sekaligus melalui silaturahmi ini untuk mendekatkan diri dengan masyarakat dan menggali potensi sosial yang terjadi di masyarakat akan gukamtibmas dan permsalahan lainnya dan mampu menampung aspirasi masyarakat dan turut serta berperan aktif dalam menjaga, mengamankan serta memeliharan kamtibmas di lingkungannya masing-masing, jelasnya.

Kegiatan silaturahmi ini sebenarnya sudah sering dilakukan seperti Polres Cirebon Kota mempunya program yang sudah dilaksanakan dan berjalan hingga kini seperti Sabtu Sambang Ciko (SSC) dengan melibatkan semua anggota Polres Cirebon Kota dan Ngopi Bareng Polisi (NBP).

Kapolres Cirebon Kota juga menghimbau kepada seluruh masyarakat supaya bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri, lindungi dirinya supaya tidak menjadi korban kejahatan, lindungi harta pribadi supaya tidak mudah diambil orang. Setelah mereka bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiiri, jadilah polisi untuk keluarga, menjadi polisi bagi lingkungannya, apabila masyarakat sudah menjadi polisi bagi dirinya sendiri artinya situasi kamtibmas akan terkendali dengan baik, ungkap AKBP Adi Vivid.

Sumber : tribratanews-polrescirebonkota.com

PKK Kelurahan Larangan Bidik Prestasi

Larangan, (Cirebon).-

Peran Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) merupakan komponen penting bagi keberlangsungan peningkatan kesejahteraan dan berkontribusi dalam pembangunan kota.

PKK Kelurahan Larangan Kota Cirebon setiap tahunnya selalu berusaha untuk meningkatkan kapasitas kader-kadernya dan melaksanakan program-program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Setiap tahun pula, PKK Kelurahan Larangan Kota Cirebon berusaha menunjukan kerja kerasnya dan optimis menjadi PKK yang terbaik di tingkat Jawa Barat. PKK memiliki 10 Program Pokok yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya demi meningkatkan kesejahteraan pada keluarga dan masyarakat.

Untuk itu, Tim PKK Jawa Barat mengadakan Monitoring dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Larangan yang dihadiri oleh ratusan perwakilan kader-kader PKK se- Jawa Barat, Tim Evaluasi dan Monitoring dari Provinsi Jawa Barat dan beberapa Perwakilan dari Instansi Pemerintahan Kota Cirebon, kemarin.

Ketua Tim Monitoring & Evaluasi PKK Tingkat Jawa Barat, Eti Wawan mengatakan, ini merupakan tahun kedua pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. 10 Program Pokok PKK tersebut adalah 1. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila, 2. Gotong Royong, 3. Pangan, 4. Sandang, 5. Perumahan dan tatalaksana rumah tangga, 6. Pendidikan dan keterampilan, 7.Kesehatan, 8.Pengembangan kehidupan berkoperasi, 9. Kelestarian lingkungan hidup dan 10. Perencanaan Sehat.

“Gerakan PKK merupakan bagian dari proses pembangunan yang terus berlangsung secara stimultan selaras dengan dinamika pembangunan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Pembangunan dan Kesejahteraan, Agus Mulyadi mengatakan, keberadaan PKK saat ini memiliki peran dan cakupan program yang sangat strategis sebagai upaya peningkatan taraf kesehatan keluarga dan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan PKK diharapkan mampu memberdayakan anggota masyarakat melalui 10 Program Pokok PKK yang berupaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Dari 22 kelurahan yang ada di Kota Cirebon, kami memandang Keluarahan Larangan memiliki kelayakan dan potensi untuk mewakili Kota Cirebon dalam 5 penilaian lomba dalam rangka hari kesatuan PKK Tingkat Jawa Barat tahun 2017. Saya yakin dengan persiapan yang dilakukan oleh seluruh kader PKK, Kelurahan Larangan akan mampu bersaing dengan kelurahan lainnya di kota dan kabupaten se-Jawa Barat,” jelasnya.

Sumber : kabar-cirebon.com